Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Timah di Bangka

Beberapa hari yang lalu, saya sempat pergi ke Pulau Bangka. Ini perjalanan pertama saya ke sana. Bangka bagi saya, adalah kota yang rapi, segala fasilitas hampir lengkap, dan indah. Berbeda dengan kampung saya di pedalaman Jawa yang susah angkot, Bangka cepat sekali berkembang sejak otonomi dari Sumatera Selatan sejak 2002.

Kebanyakan penduduk Bangka bekerja sebagai penambang. Banyak remaja putus sekolah akibat tergiur bekerja sebagai penambang timah, atau malimbang. Satu bukit, dikabarkan sudah habis karena ditambang. Dari pesawat, saya melihat botak-botak tanah coklat sisa pertambangan. Tanah itu tak lagi subur, juga tak ada yang mencoba memperbaiki. Di tanah itu juga, banyak pemuda tewas karena sistem pertambangan yang tak memperhatikan keselamatan. Entah liar entah tidak, sistem tambang ini tak layak lagi (seharusnya).

Saya ingat dengan film Pirates of Caribbean (2003), The Curse of Black Pearl. Tentang Kapten Barbossa dan awak kapal Black Pearl yang dikutuk akibat memakai uang em…

No Mystery

We tell to the world, what we think while publish our blog, what we feel and wishes in every twitter update, with whom we're in plurk updates, and what we hate in facebook's status. There's no mystery anymore. But we still amaze when people know everything about us. Internet gave us no boundary!!

In God, I Trust

For every pain He made. For every smallest happiness He always create. and for His fair in His unfair decision. I know, God always kind to us. In God I always trust.

Dua Gereja, Satu Masjid, dan Satu Mushola

Kemarin saya pergi ke seputaran Jalan Merdeka, Jakarta Pusat. Seperti thawaf, tapi kali ini mutarin Monas. Bersama seorang teman, yang saya pikir, punya pengalaman spiritual yang mirip seperti saya. Tidak, saya tidak bilang soal iman, hanya pengalaman saja. Kita sama-sama selalu berpikir terbaik menuju Sang Segalanya.

Kita berdua duduk di pinggiran mushola saat Dzuhur, lalu masuk dan berteduh ke Gereja Immanuel di seberang Gambir, beranjak ke Mesjid Istiqlal, istirahat dan berdoa disana, terakhir mampir ke Gereja Katedral di seberang Mesjid Istiqlal, istirahat dan merenung di sana.

Saya benar-benar merasakan satu hal yang sama di empat tempat tersebut, keteduhan, ruang, dan waktu untuk berpikir jauh dari hiruk pikuk kota, dan energi positif. Rasa berserah pada Sang Pencipta. Kesunyian. Senyum. Kasih sayang.

Begitu mudahnya energi kebaikan dan rasa positif itu menyebar.

Entahlah, begitu damai bersama manusia-manusia yang baik, atau mencoba menjadi baik. Karena kita begitu menghargai te…

The Power of a Good (wo)Man

Sikap paling mudah yang bisa saya lakukan sekarang hanya menjadi baik. Mencoba baik, tertawa, tersenyum. Karena sikap seperti ini sangat amat irit energi. Tak skeptis, atau malah cenderung malas berpikir kritis yah. Tak mau berpikir macam-macam, sebab musti menyisihkan energi.

Sikap baik, ramah, juga sangat berpengaruh buat orang di sekitar. Seharian ini saya naik angkot yang sopirnya sangat ramah. Senyum, dan sangat perhatian. Selalu bilang terima kasih. Saya juga jadi senang.

Si Manis Guling Guling

Mungkin malam diluar terlalu dingin
Jadi si Manis selalu mau masuk ke dalam.
Memang di luar terlalu sepi
si Manis pingin main malam ini

dia suka guling-guling
pingin dikelitikin perutnya.

Berkenalan dengan Harimau Putih

Sebuah kehormatan buat saya, pernah melewati sore ini, berkenalan dengan pengurus Harimau Putih di kebun binatang Ragunan, Jakarta. Bermain bersama empat anak harimau putih berumur sembilan bulan. Ima yang mengajak saya. Kebetulan ia kenal dengan penjaga kebun binatang di Ragunan.

Salah satunya bernama mirip dengan saya, Indah. Kalau sudah berumur satu setengah tahun, mereka akan dipisah dari induknya yang berumur 12 tahun. huu, sedih rasanya kalau lihat mereka senang sekali bermain sama si induk tadi sore. Dan rasanya lebih senang, kalau mereka bisa hidup di alam bebas. Bukan di kamar yang lembab dan usang itu.
*dua dari empat anak harimau putih, ayahnya harimau putih juga. Kalau tak salah ingat nama anaknya, Indah, Sinar, Wati, Surya. Induknya yang putih bernama Sri, sudah 12 tahun. Sri tidak bisa makan sendiri, musti disuapin sama pawangnya.

Terima kasih Ima untuk pengalamannya hari ini. :)

Kartu Gaple dan Pinggir Pantai

Kita duduk di atas balkon rumah kayu
lihat laut warnanya masih bersih
yang asinnya masih wajar

walau tak berani berenang di pantai macam bule-bule
kita tetap merasa nikmat, ada di pinggiran kecipakan ombak

kita selalu berharap
waktu bisa diputar berulang
di waktu yang indah saja

tapi kalau benar-benar diputar
kita tak tahu musti apa.

"GAPLEK!!" Pak RT meja kartu domino teriak
kartu kosong sudah keluar di awal
kartu lima sudah habis
mau tak mau kita mesti ikut permainan

kalau akhirnya menang, ya syukur
kalau kalah, ya tinggal kocok kartunya lagi

120 km/hr for the first tima

Saya (sumpah) sebal banget sama motor yang asal nyalip dari kiri kalau naik mobil. Dan amit-amit keselnya kalau lihat motor ngeduluin dari sebelah kanan.

Nah, beberapa hari ini, saya jadi anggota geng motor. Ya, baru jadi penumpang sih. Hal terbaik dari mengendarai motor adalah session trek-trekan. Trek-trekan berasal dari kata track, yang artinya jalur, nah supaya gampang disebut jadi nge-trek atau trek-trekan.

Beda sama arti asalnya, trek-trekan itu nama lain dari ngebut-ngebutan di jalan umum, biasanya malam hari. Kita bisa ngebut sesama anggota geng motor, atau anak geng yang lain yang taunya ketemu di jalan.

Ini pertama kalinya saya (ikutan ngerasain) ngetrek.

dan.. whoosh.. the speed until 120 km/hour!

adrenalin, ketakutan antara celaka dan selamat, perut dikocok waktu goncangan, rem yang terlalu pakem, dinginnya muka waktu kena hujan serasa ditampar, kesenangan, gelap, ga tau apa yang ada di depan, dan teriakan "WUHUUU!!!" kalau sudah di paling depan. Semuanya adalah …

Sore yang Sederhana

Kapan ya, terakhir kali saya pernah benar benar merasakan sore seperti saat ini?
Hmm, dua bulan, -bukan bukan-, empat bulan yang lalu? Hmm, tapi terakhir saya ingat adalah setahun lalu, kira kira sebelum skripsi saya benar-benar dimulai.

Masa skripsi sudah lewat. Wisuda juga sudah. Sekarang saya berstatus pengangguran terselubung.

Sore ini adalah titik tengah posisi jadi buronan dua orang -eh, sepertinya jadi empat orang-, hihihi. Sore yang sepi seperti inilah, saya bisa memikirkan kembali, apa yang sedang saya lakukan, untuk apa, bagaimana semestinya berjalan, dan apa yang mesti saya lakukan nantinya. Bisa membaca beberapa artikel pelan pelan. Minum teh hangat. Merasakan dengan lega dan tidak terburu-buru, apa yang sedang saya lakukan sekarang.

Saya benar-benar tenang. Mendengar lagu-lagu bertempo lambat. Bisa merasakan basahnya angin sore. -hmm, Sekarang mustinya sudah masuk musim hujan, tapi ternyata belum.- Sangat nyaman mendengar denting klintingan bel angin sambil bernafas terat…

I am not What Attached to Me

Belakangan ini, saya sering bertanya pada diri sendiri, "Siapa saya? Apa yang sedang saya kerjakan? untuk apa? Bagaimana saya akan menjadi saya nantinya?" pertanyaan ini terus dan terus berulang. Semakin berulang bertanya, semakin saya tidak mengerti siapa saya, apa dan untuk apa yang sedang saya lakukan.

Ini adalah situasi kehilangan diri dan tersesat.
Sesat karena jalan yang biasa saya tempuh tiba-tiba buntu. Dan salah identifikasi. Lalu, akhirnya saya menyadari, identifikasi terbaik buat tiap manusia adalah sama, sebagai sebuah jiwa, nafs, bukan fisik.

Kita terbiasa mengidentifikasi seseorang mirip meng-attach file pada email. Maka ketika kita sampai pada situasi terpaksa melepas semua gelar yang ada, itu sangat menyakitkan. Kita mulai bertanya, siapa diri kita.

Saya ada dalam situasi, saya tidak mengidentifikasi siapa saya, tapi lingkungan, teman, keluarga membantu identifikasi diri secara fisik, sifat yang melekat. Beberapa tidak membuat saya nyaman. Namun, bagaimana mu…

Semuanya Satu Hari

Dalam satu hari, saya mengalami semuanya, dalam satu hari saja.

Tidur sejam sehari. Penumpang Mayasari Bakti PPD berusaha menghijacked bus Grogol Kampung Rambutan karena cuma sampai UKI.

Kernet supir ngatain "Bangke" ke penumpang, bus penuh penumpang balik maki-maki si kernet. Merasa dipermalukan sebagai penguasa jalanan Jakarta karena disasarin kemana-mana. Ibu dan anak penderita autis terpaksa pindah bus di tengah jalan besar. Interview orang Indonesia dalam bahasa Inggris. Melihat anak bule rambut pirang dipangku baby sitter sambil ngaso dan ngobrol bareng sopir dan tukang sapu di Kemang Dalam. Melihat bule bule berlatih salsa dan pesta teqquilla untuk malam amal. Diskusi soal korupsi Indonesia, perbandinan Taiko Eiji Yoshikawa dan Mingke Pramoedya Ananta Toer bareng bule Jepang. Bikin account di bank untuk nabung. Turun dan gak bayar angkot gara-gara di angkot di kedipin sama bapak, merasa di-embarrassed secara seksual. Berawal dari pertanyaan, "Mau Kemana, neng?" terus g…

The Beatles Rocked the Kremlin

Our Deepest Fear

by Marianne Williamson


“Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. 
We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous? Actually, who are you not to be? You are a child of God. Your playing small does not serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We are all meant to shine, as children do. We were born to make manifest the glory of God that is within us. It's not just in some of us; it's in everyone. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.”



Puasa dan Urusan Tuhan

Saya mulai memahami soal hadist riwayat yang menyebutkan, puasa adalah ibadah langsung pada Tuhan. Saya memahami ini sebagai, ibadah yang jadi urusan langsung antara manusia langsung dengan Tuhannya. Berbeda dengan shalat yang bisa dilakukan berjamaah, di tempat publik. Puasa adalah soal menahan semuanya, dan tak ada yang tahu siapa yang bisa tahan.

Kalau urusan makan dan minum, mungkin bisa diakali. Tapi puasa lebih dari tidak makan dan tidak minum, ia menahan rasa amarah ketika sedang haus, pikiran yang tetap jalan saat kadar gula berkurang, tidak berbohong, mengendalikan hormon nafsu, dan niat untuk menyelesaikan puasa itu sendiri sampai magrib.

Dari itu semua, tak ada yang bisa tahu, kecuali diri sendiri dan sesuatu yang dianggap Tuhan. Beberapa percaya, Tuhan ada dalam bagian dari dirinya, maka berpuasa adalah urusan antara diri dan dirinya. Sementara yang lain menempatkan Tuhan dengan ber-ihsan, yakni menyadari bahwa Tuhan tak bisa dilihat, tapi selalu mengawasi apa yang ada di …

Identity Ambiguity

tomorrow is gonna be the day, day just same as before today.. tonight, in the rainny night, I am wondering and rethinking, who am I ? what did I do? what I supposed to do?

dramaturgy, social convention, and all of the same-ness I did, seems wrong today. tonight.
I did, what my family, my friends, and everyone want me to do.
I did, just to feel unguilty.
I and me did, to whatever people will speak good about me,
so they will not find my mistakes,
so the cowards won't say bad about me.

My Almighty...

I am lost in my identity.
in my ambiguity of identity.

to much lies I made.
after a lie, there are another lies to cover the lie before.

who am I?
what the heck am I doing here?
what make the who I am?

According to moonson

According to moonson,
mars and venus supposed to be together on earth for dating,
tomorrow.


But earth is too crowded.
So, they had break off for no reason.


(Bersama kopi, lagu michael jackson, dan tumpuk tumpukan kertas)

/AND THINGS FALL APART/
/YOU'LL REMEMBER ONE DAY IN YOUR LIFE//

Tubuh Perempuan, Agama, dan Peraturan Daerah

Menyoalkan pembagian peran gender dalam agama, selama ini menjadi tabu untuk dibicarakan, karena ini sering diinterpretasikan sebagai mempertanyakan keputusan Tuhan dalam kitab-Nya, terutama bagi perempuan itu sendiri. Siapa saja bisa diinterpretasikan sebagai penentang kehendak Tuhan dan melawan kodrat ketika mempertanyakan kembali, untuk dan oleh siapa ketetapan agama dibuat?

Banyak orang berpikir, seperti yang ditulis Nawal el Sadaawi dalam bukunya The Hidden Face of Eve, agama adalah agen tunggal dalam pembakuan subordinasi perempuan, dan ini selalu terkait dengan sex sebagai perempuan. Perempuan, adalah jelmaan iblis dan dosa yang bertanggung jawab menurunkan Adam dari surga, dan penyebar penyakit seperti Dewi Venus dalam kisah Romawi.

Data dari Bappeda dan BPS provinsi Jawa Barat tahun 2003 menunjukkan, jumlah anak perempuan yang berusia lima tahun sebanyak 62,51% tidak melanjutkan pendidikan. Sebagian besar dari mereka hanya tamat SD. Rendahnya faktor pendidikan ini, membuat pere…

Kyuminis dan Neyolip

Waktu duduk di sekolah dasar negeri, tiap anak dimintai duit 500 rupiah buat duduk bersama nonton film G30S/PKI. Duduk, supaya bisa tulis nama di daftar absen. Padahal tiap tahun, film itu ditayang ulang di televisi.

Saya juga nonton, duduk bertiga di dua bangku, berjejalan bersama anak kelas 3,4,5, dan 6, anak pagi dan petang. Kami pakai baju olah raga dan rok warna merah, kadang juga ada yang pakai batik.

Aula ditutup karton serba hitam, layarnya kain blacu berdebu. Gambarnya goyang malah mulut tak sesuai dengan suara, nge-bass, blur, lebih sering tertutup bayangan kepala, atau tiruan bayangan burung. Kadang asap rokok Abang Proyektor bisa kelihatan jelas.

Jaman itu, paling tidak enak dipanggil Pe-Ka-I, kominis, keminis, atau kyuminis. Dalam film, yang namnya Pe-Ka-I atau kyuminis itu nari-nari sambil nyilet-nyilet wajah orang. Mereka suka main pelor dan tembak anak kecil seenaknya.

***

Tiap pagi saya selalu update status facebook, lihat apa ada yang komen di status. Apa ada yang req…