Thursday, October 22, 2009

Dua Gereja, Satu Masjid, dan Satu Mushola

Kemarin saya pergi ke seputaran Jalan Merdeka, Jakarta Pusat. Seperti thawaf, tapi kali ini mutarin Monas. Bersama seorang teman, yang saya pikir, punya pengalaman spiritual yang mirip seperti saya. Tidak, saya tidak bilang soal iman, hanya pengalaman saja. Kita sama-sama selalu berpikir terbaik menuju Sang Segalanya.

Kita berdua duduk di pinggiran mushola saat Dzuhur, lalu masuk dan berteduh ke Gereja Immanuel di seberang Gambir, beranjak ke Mesjid Istiqlal, istirahat dan berdoa disana, terakhir mampir ke Gereja Katedral di seberang Mesjid Istiqlal, istirahat dan merenung di sana.

Saya benar-benar merasakan satu hal yang sama di empat tempat tersebut, keteduhan, ruang, dan waktu untuk berpikir jauh dari hiruk pikuk kota, dan energi positif. Rasa berserah pada Sang Pencipta. Kesunyian. Senyum. Kasih sayang.

Begitu mudahnya energi kebaikan dan rasa positif itu menyebar.

Entahlah, begitu damai bersama manusia-manusia yang baik, atau mencoba menjadi baik. Karena kita begitu menghargai tempat ibadah, maka sangat saru untuk membiarkan sampah bertebaran.

Karena kita begitu menghargai sesama di sana. Kita bisa menjaga mulut, mata, perilaku, dan terutama hati karena berada di tempat yang dianggap suci, bukan keramat. Maka kita tanami halaman-halaman kosong dengan bunga dan tanaman hijau. Membiarkan burung-burung tenang masuk ke dalam bangunan.

Membaca Rosario, anak anak kecil mengaji, lantunan ayat.

Bisikan doa dan harapan.
Kebaikan.

Sungguh, saya hampir menangis bahagia, karena masih ada tempat begini tenang untuk merenung, dan berbagi kebaikan.

You're so wonderful The Almighty.

Tuesday, October 20, 2009

The Power of a Good (wo)Man

Sikap paling mudah yang bisa saya lakukan sekarang hanya menjadi baik. Mencoba baik, tertawa, tersenyum. Karena sikap seperti ini sangat amat irit energi. Tak skeptis, atau malah cenderung malas berpikir kritis yah. Tak mau berpikir macam-macam, sebab musti menyisihkan energi.

Sikap baik, ramah, juga sangat berpengaruh buat orang di sekitar. Seharian ini saya naik angkot yang sopirnya sangat ramah. Senyum, dan sangat perhatian. Selalu bilang terima kasih. Saya juga jadi senang.

Si Manis Guling Guling

Mungkin malam diluar terlalu dingin
Jadi si Manis selalu mau masuk ke dalam.
Memang di luar terlalu sepi
si Manis pingin main malam ini

dia suka guling-guling
pingin dikelitikin perutnya.

Sunday, October 18, 2009

Berkenalan dengan Harimau Putih

Sebuah kehormatan buat saya, pernah melewati sore ini, berkenalan dengan pengurus Harimau Putih di kebun binatang Ragunan, Jakarta. Bermain bersama empat anak harimau putih berumur sembilan bulan. Ima yang mengajak saya. Kebetulan ia kenal dengan penjaga kebun binatang di Ragunan.

Salah satunya bernama mirip dengan saya, Indah. Kalau sudah berumur satu setengah tahun, mereka akan dipisah dari induknya yang berumur 12 tahun. huu, sedih rasanya kalau lihat mereka senang sekali bermain sama si induk tadi sore. Dan rasanya lebih senang, kalau mereka bisa hidup di alam bebas. Bukan di kamar yang lembab dan usang itu.

*dua dari empat anak harimau putih, ayahnya harimau putih juga. Kalau tak salah ingat nama anaknya, Indah, Sinar, Wati, Surya. Induknya yang putih bernama Sri, sudah 12 tahun. Sri tidak bisa makan sendiri, musti disuapin sama pawangnya.

Terima kasih Ima untuk pengalamannya hari ini. :)

Kartu Gaple dan Pinggir Pantai

Kita duduk di atas balkon rumah kayu
lihat laut warnanya masih bersih
yang asinnya masih wajar

walau tak berani berenang di pantai macam bule-bule
kita tetap merasa nikmat, ada di pinggiran kecipakan ombak

kita selalu berharap
waktu bisa diputar berulang
di waktu yang indah saja

tapi kalau benar-benar diputar
kita tak tahu musti apa.

"GAPLEK!!" Pak RT meja kartu domino teriak
kartu kosong sudah keluar di awal
kartu lima sudah habis
mau tak mau kita mesti ikut permainan

kalau akhirnya menang, ya syukur
kalau kalah, ya tinggal kocok kartunya lagi

Monday, October 05, 2009

120 km/hr for the first tima

Saya (sumpah) sebal banget sama motor yang asal nyalip dari kiri kalau naik mobil. Dan amit-amit keselnya kalau lihat motor ngeduluin dari sebelah kanan.

Nah, beberapa hari ini, saya jadi anggota geng motor. Ya, baru jadi penumpang sih. Hal terbaik dari mengendarai motor adalah session trek-trekan. Trek-trekan berasal dari kata track, yang artinya jalur, nah supaya gampang disebut jadi nge-trek atau trek-trekan.

Beda sama arti asalnya, trek-trekan itu nama lain dari ngebut-ngebutan di jalan umum, biasanya malam hari. Kita bisa ngebut sesama anggota geng motor, atau anak geng yang lain yang taunya ketemu di jalan.

Ini pertama kalinya saya (ikutan ngerasain) ngetrek.

dan.. whoosh.. the speed until 120 km/hour!

adrenalin, ketakutan antara celaka dan selamat, perut dikocok waktu goncangan, rem yang terlalu pakem, dinginnya muka waktu kena hujan serasa ditampar, kesenangan, gelap, ga tau apa yang ada di depan, dan teriakan "WUHUUU!!!" kalau sudah di paling depan. Semuanya adalah saat terbaik dari status bernama : anak geng motor.

Saya ketagihan!