Tuesday, November 10, 2009

Timah di Bangka

Beberapa hari yang lalu, saya sempat pergi ke Pulau Bangka. Ini perjalanan pertama saya ke sana. Bangka bagi saya, adalah kota yang rapi, segala fasilitas hampir lengkap, dan indah. Berbeda dengan kampung saya di pedalaman Jawa yang susah angkot, Bangka cepat sekali berkembang sejak otonomi dari Sumatera Selatan sejak 2002.

Kebanyakan penduduk Bangka bekerja sebagai penambang. Banyak remaja putus sekolah akibat tergiur bekerja sebagai penambang timah, atau malimbang. Satu bukit, dikabarkan sudah habis karena ditambang. Dari pesawat, saya melihat botak-botak tanah coklat sisa pertambangan. Tanah itu tak lagi subur, juga tak ada yang mencoba memperbaiki. Di tanah itu juga, banyak pemuda tewas karena sistem pertambangan yang tak memperhatikan keselamatan. Entah liar entah tidak, sistem tambang ini tak layak lagi (seharusnya).

Saya ingat dengan film Pirates of Caribbean (2003), The Curse of Black Pearl. Tentang Kapten Barbossa dan awak kapal Black Pearl yang dikutuk akibat memakai uang emas yang mestinya haram dipakai. Perempuan, anggur, kemewahan, serta kapal yang mereka miliki tak lagi terasa sebagai kenikmatan. Semua adalah kutukan. Hidup abadi selamanya dalam kapal ternyata adalah kutukan. Sebab mereka tak bisa minum, apel yang dimakan hanya jadi pasir, yang mereka sentuh juga jadi pasir.

Mengapa timah begini banyak menjadi kutukan?

Saat harga timah sedang tinggi, seorang bisa dapat hingga 5 juta sehari melimbang, tapi kalau tidak, hasilnya tetap tinggi juga sekitar seratus ribu sehari. Duit ini sering dihamburkan untuk mabuk-mabukan atau membeli handphone terbaru. Banyak remaja putus sekolah bukan akibat tak ada uang, tapi karena tergiur bekerja dan hasil uang yang mudah. Bagi masyarakat, sekolah tak lagi penting, karena sudah mudah mendapat uang.

Sistem sekolah untuk pasar membuat kita berpikir: uang untuk sekolah, sekolah untuk uang, kalau ada uang tak perlu lagi sekolah. Karena sistem pendidikan memang diciptakan untuk tuntutan kapitalisme pasar. :(

Hmm.. sedih. Sedih mengingat jam-jam yang harus mereka habiskan di bawah ancaman celaka. Sedih, akibat uang yang mengungkung pemikiran! Sedih dan geram, sekitar 1500 orang putus sekolah tiap tahunnya gara-gara timah.

Begini besarnya sumber daya, tapi tetap saja, air bersih sulit didapat. Listrik mati tiap dua hari sekali. Tanah-tanah subur sebentar lagi berganti sampah tambang.

Monday, November 09, 2009

No Mystery

We tell to the world, what we think while publish our blog, what we feel and wishes in every twitter update, with whom we're in plurk updates, and what we hate in facebook's status. There's no mystery anymore. But we still amaze when people know everything about us. Internet gave us no boundary!!

Tuesday, November 03, 2009

In God, I Trust

For every pain He made. For every smallest happiness He always create. and for His fair in His unfair decision. I know, God always kind to us. In God I always trust.

Monday, November 02, 2009

I mean it

I can be so mean when I wanna be. I am capable of really anything. I can cut you into pieces, when my heart is broken. ~Pink