Sunday, January 10, 2010

Perjalanan ke Karimun Jawa

Pelarian bagaimanapun tetap disebut pelarian

Sebelum sampai di Karimun Jawa, saya mampir ke tiga kota dulu, Jogja - Klaten - Solo. Di Jogja saya bertemu teman, di Klaten ke rumah nenek dan nyekar, lalu ke Solo untuk berangkat bertemu orang yang sama sekali baru buat ke Jepara hingga Karimun.

Pelarian bagaimanapun tetap disebut pelarian. Ada dua hal yang patut disebut, kenyataan dan harapan. Dua kata itu bisa jadi setara dengan kesedihan dan kesenangan. Kenyataan itu namanya Jakarta. Lalu kesenangan namanya delapan hari pelarian.

Di jakarta kita belajar tentang kecurigaan. menaruh curiga atas siapa dan apa saja.
curiga dan waspada memang beda tipis. waspada memaksa kita tetap terjaga, memegang senjata terdekat. Sebab, orang terdekat bisa jadi aktor mutilasi. Atau bisa jadi trend bunuh diri marak lagi, balon-balon siap pecah jatuh dari lantai tinggi mall dan apartemen.

Saya belajar banyak dari perjalanan ini. Menghargai diri, tentang betapa berharga dan beruntungnya rumah, makan, pendidikan, pakaian, kucing, dan tempat tidur saya.

-------------------------------------------------------------
Sebagai oleh-oleh, saya membuat list perjalanan dari Jakarta- Jogja- Klaten- Solo kemarin.


Kereta Bisnis Senja Utama Rp 130.000 (turun di Stasiun Klaten)
dari stasiun itu, kita bisa pilih mau ke Jogja atau Solo atau dalam kota Klaten naik bis Sumber Kencana Jogja-Solo sekitar Rp 6.000 - Rp 10.000.
harga bisa bervariasi, biasanya kondektur suka asal tembak harga. Jadi mending kasih duit pas Rp 6.000


Selama beberapa hari, saya menetap di Klaten, kampung halaman saya, jadi lebih mudah pergi ke tempat wisata sekeliling Jogja - Solo naik bus Sumber Kencana jurusan Jogja-Solo.


Untuk keliling kota Jogja, saya sarankan naik Trans Jogja. Ini semacam Busway Transjakarta, tapi dengan cakupan -menurut saya- sangat luas keliling Jogja. Harga tiket Rp 3.000. Mereka biasanya menyediakan peta rute bus fotokopian untuk turis, atau bisa juga di download online. Kita bisa ke Malioboro, Pasar Beringharjo, Prambanan, Taman Sari -Tempat pemandian istri raja dekat Kraton Jogja, UGM, Museum Affandi, Benteng Vredenburg, dan museum sekitar Kota Jogja naik Trans.


Kalau sampai Jogja atau Solo masih pagi, sempatkan makan di pasar tradisional setempat, Biasanya pasar  kecil, dan hanya buka pagi. Kita bisa makan Soto Ayam Kampung sekitar Rp 2.500.. yuuuummmmyyy!!


Oh iya, jangan lupa bawa sleeping bag! Jaga-jaga kalau tidak dapat tempat duduk, atau ingin tidur di masjid atau surau.

1 comment:

  1. Setuju deh ama Bob Marley dari Klaten.. Jakarta gudang kepenatan..
    mari telusuti eksotika nusantara yg bisa membuat kita rileks..

    ReplyDelete