Skip to main content

Usai Melahirkan, Ibu Butuh Apa Saja?

Selama 40 minggu mengandung, saya jarang memikirkan apa yang dibutuhkan pasca melahirkan, terutama untuk kebutuhan si ibunya sendiri. Termasuk buku dan beberapa referensi saat hamil, banyak yang fokus saat hamil saja. Kemarin, saya seringkali dadakan saat beli barang-barang kebutuhan setelah melahirkan dan kebutuhan menyusui. Nah, berikut barang-barang apa saja yang dibutuhkan usai melahirkan.


Ibunya
  1. Daster atau Baju Tidur Kancing.  Minimal kancing tiga dan ramah untuk ibu menyusui. Belinya agak banyak ya, soalnya ibu menyusui sering kegerahan. 
  2. Apron. Ini penting, tapi saya gak beli, diganti sama selendang buat gendong.
  3. Kain untuk gendongan / geos (gendongan kaos) / gendongan sling. Pegel boo kelamaan gendong pake tangan sendiri.  Untuk ibu baru, gendongannya beli gendongan sling dulu aja, atau Geos yang sesuai sama berat badan sendiri ya, supaya ga kendor. 
  4. Botol Minum. Menyusui itu bikin haus, jadi sediain yang minimal 1 liter ya di kamar. 
  5. TV di Kamar. Indeed.
  6. Paket Data. 
  7. Uang di Mobile Banking atau electronic money aplikasi belanja online. Indeed.
  8. Film. Tantangan utama menyusui adalah waktu malam hari, ngantuk tapi harus tetap terjaga, so... sebelum cuti melahirkan penuhin dulu ya hardisk eksternal dan HP ibu-ibuk.
  9. Vitamin Penambah Darah, susu, makanan camilan, et cetera. Habis melahirkan, justru adalah waktu krusial bagi keselamatan dan kesehatan ibu-ibu.
  10. Korset Habis Melahirkan. Selama hamil dan membawa bayi di kandungan, postur punggung (rasanya) agak berubah, korset ini membantu badan ibu tetap tegak pasca melahirkan. 
  11. Minyak Angin. Karena sering begadang dan berkeringat, saya kemarin sering masuk angin. wkwk.  
  12. Minyak Kelapa / Salep untuk Lecet Puting. Minyak kelapa (bisa EVCO) ini multi fungsi, bisa untuk puting lecet, ruam popok bayi, bekas stretchmarks, atau buat pijat-pijat badan bayi kalau lagi kembung. 
  13. Pembalut Melahirkan. Masa nifas ibu beda-beda, kalau caesar tidak terlalu butuh banyak, karena biasanya sudah lebih bersih dibanding melahirkan normal. Kalau melahirkan normal, biasanya butuh stok sampai enam sampai delapan minggu ke depan.
  14. Bra menyusui.
  15. Breast pad. 
Kebutuhan Menyusui
  1. Kulkas. Kalau dana terbatas, sewa saja. Utamakan di enam bulan pertama.
  2. Botol Penyimpan ASI, buat yang mau praktis bisa beli plastik ASI.
  3. Panci / Sterlizer Uap
  4. Plastik Penyimpan ASI
  5. Pencuci Botol + Detergennya
  6. Wadah/Rak Botol Bayi 
  7. Tissu

Comments

Popular posts from this blog

Pola Tidur Bayi 9 - 10 Bulan

Menurut saya pola tidur bayi yang paling menyenangkan adalah usia di atas enam bulan, karena relatif terprediksi. Ditambah bayi sudah bisa diberi makan-makanan, jadi tidur lebih tenang dan sedikit bangunnya. 
Masa-masa bayi usia 9 - 10 bulan sangat menyenangkan, sudah bisa diajak bicara dan diajak becanda (baca: dialihkan kalau nangis), meskipun baru bisa merespon dengan "ma-ma-ma ba-ba-ba dan pa-pa-pa", but this kind of communication runs two way.. wkwkwk
Kebetulan hari ini sementara saya kerja, si baby sedang ditinggal dengan ayah karena lagi libur dan ibu mertua, jadi berikut adalah list dan to do list untuk ayah dan ibu mertua yang isinya pola tidur bayi.
soo berikut jam tidur bayi usia sembilan sampai sepuluh bulan:
Jam 05.00 - bangun, dikasih susu  Jam 06.00 - 07.30 - bobo Jam 07.30 - 08.15 - sarapan Jam 09.00 - mandi (Ini jam rawan dan ngantuk. Kalo bobo dikasih susu.) Jam 10.00 / 10.30 - bangun Jam 10.30 - nyemil buah diblender atau biskuit (dikasih air putih di dot …

Perjalanan ke Karimun Jawa

Pelarian bagaimanapun tetap disebut pelarian

Sebelum sampai di Karimun Jawa, saya mampir ke tiga kota dulu, Jogja - Klaten - Solo. Di Jogja saya bertemu teman, di Klaten ke rumah nenek dan nyekar, lalu ke Solo untuk berangkat bertemu orang yang sama sekali baru buat ke Jepara hingga Karimun.

Pelarian bagaimanapun tetap disebut pelarian. Ada dua hal yang patut disebut, kenyataan dan harapan. Dua kata itu bisa jadi setara dengan kesedihan dan kesenangan. Kenyataan itu namanya Jakarta. Lalu kesenangan namanya delapan hari pelarian.

Di jakarta kita belajar tentang kecurigaan. menaruh curiga atas siapa dan apa saja.
curiga dan waspada memang beda tipis. waspada memaksa kita tetap terjaga, memegang senjata terdekat. Sebab, orang terdekat bisa jadi aktor mutilasi. Atau bisa jadi trend bunuh diri marak lagi, balon-balon siap pecah jatuh dari lantai tinggi mall dan apartemen.

Saya belajar banyak dari perjalanan ini. Menghargai diri, tentang betapa berharga dan beruntungnya rumah, makan, pendid…

Kesederhanaan di Bangka

Cuaca di Bangka terik siang itu. Panas membakar kulit. Diah Susilarini, perempuan dengan sosok keibuan menyambut kami dengan senyum hangatnya di  rumahnya di Desa Jelutung, Kecamatan Sungai Liat, Pulau Bangka. Rumah sederhana bercat putih itu adalah Sekretariat PKBM Jaya Bersama. PKBM atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah sekolah kesetaraan, masyarakat mengenalnya sebagai sekolah kejar paket.

Dari dalam rumah sederhana itu, suara riuh memecah keheningan komplek rumah penambang timah. Wangi harum masakan kue dan candaan-candaan perempuan membawa kehangatan. Sekitar lima orang perempuan berkumpul untuk menghias dua loyang kue bolu, menjadi kue ulang tahun yang cantik. Disertai buku panduan di meja mereka. Ketelitian, kejelian, kesabaran, dan semangat, semua terpancar dari wajah-wajah perempuan di ruang itu.

Mereka adalah murid sekolah kesetaraan paket A, B, dan C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Jaya Bersama, ada yang baru dua bulan bergabung, beberapa minggu, atau sudah enam b…